Nihguys kali ini mengulas tentang Cerita Dewasa Ngentot dengan Istri Pembeli Mobil, yang tak kalah serunya dengan kumpulan cerita-cerita yang lain nih guys.Dan dijamin bisa buat barang-barang anda semua becek-becek gimana gitu deh. Yuk disimak dan selamat menikmati cerita-cerita yang sudah kami rangkai berikut ini.
CeritaDewasa | Catur adalah salah satu dari sekian banyak hobiku disamping olahraga, Kami melaksanakannya dalam gaya berhadapan serta gaya anjing di sofa itu. saya berhasil membuatnya keluar sejumlah 2 kali. Masing-masing dalam tiap gaya persetubuhan yang kami lakukan. 10 menit kemudian, sehabis lebih dari sejam kami bercinta, jebol juga
CeritaDewasa Sex ini berjudul ” Cerita Sex Ngentot Cewek Montok ” Kisah Wanita, Cerita Hot Online, Cerita Dewasa, Cerita Hot, Cerita Sex Panas, Cerita Sex Bokep. Kisah Seks, Kisah Mesum, Kisah Wanita, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Janda, Jilbab, Terbaru 2019. Cerita Sexs – Aku ialah seorang dosen pasca sarjana yang melatih dan memberi
CommentsOff on Sex Dewasa Dengan Anjing. Cerita Seks Dengan Hewan. February 18, 2018. Comments Off on Cerita Seks Dengan Hewan. Cerita Dewasa Ngentot Dengan Binatang. Comments Off on Cerita Dewasa Bercinta Dengan Istriku Dan Adikku. Cerita Dewasa Om Dino Yang Nakal. August 5, 2022. Comments Off on Cerita Dewasa Om Dino Yang Nakal.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Namaku Mei, umur 19 tahun, tinggal bersama dua orang pembantuku, yang satu bernama Siti, dan yang satunya lagi bernama Jono. Kami tinggal di sebuah rumah kontrakan. Aku seorang siswi SMU swasta di Surabaya, aku memang tidak terlalu cantik, tetapi kulitku putih mulus. Kedua orang tuaku tinggal di Jakarta dengan kedua adikku. Kebetulan saat ini adalah liburan sekolah, jadi aku sama sekali tidak punya kegiatan. Liburan kali ini aku sedang malas pulang. Aku mempunyai kebiasaan yang agak aneh, yaitu aku suka apabila ada orang, apalagi dari golongan tukang becak, tukang sampah, tukang bangunan, maupun para penjual makanan dan minuman, memperhatikan payudaraku. Dan untuk ukuran anak seusiaku, ukurannya terlalu besar, yaitu 40C, tetapi agak menggantung, dengan puting berwarna merah kecoklatan, karena sering kupelintir-pelintir. Ada saja caraku menarik perhatian mereka. Kalau aku memanggil bakso, aku sengaja tidak memakai BH, sehingga putingku menonjol dari balik kaosku. Orang belakang rumahku sedang membangun rumah, sehingga banyak tukang di sana. Aku sengaja berolah raga lompat tali tanpa memakai BH di halaman belakang, sehingga payudaraku bergoyang kesana-kemari, dan tentu saja hal ini diperhatikan oleh tukang-tukang itu. Setelah puas berolah raga, kaosku menjadi basah oleh keringat, sehingga payudara dan juga putingku terlihat jelas dari balik kaos. Aku memanggil seorang penjual minuman keliling. Tentu saja itu membuat dia tercengang, karena melihat payudaraku yang besar ini dengan jelas dari balik kaosku yang basah. Setelah selesai minum, aku bertanya, “Berapa mas?” tanyaku, dia tidak menjawab, hanya terdiam dan mengagumi keindahan payudaraku. Lalu aku pura-pura menjatuhkan uang dan mengambilnya. Spontan saja payudaraku ini bergelantungan dengan indahnya, dan terlihat sebagian dari lubang leher kaosku. Sesaat kemudian dia menjawab, “Mbak, kalo dibayar pake itu gimana?” katanya sambil dengan agak ragu-ragu menunjuk payudaraku. Masih dalam posisi menunduk dan sebagian payudaraku terlihat, aku berkata “Apa, pake ini?” sambil kutarik lubang leher kaosku ke bawah, sehingga payudara besar milikku terlihat seluruhnya. Dia hanya bisa menelan ludah, lalu kemudian menjawab “Iya.” Aku kemudian berdiri tegak lagi. Sambil pura-pura berpikir, aku menyilangkan tangan dan menjepit kedua payudaraku dengannya, tidak ada pilihan lain bagi payudaraku selain mencuat ke depan dengan indahnya, dengan kedua puting berwarna kecoklatan yang semakin mencuat keluar. Hal ini membuat penjual minuman itu semakin terangsang dan tak sabar menunggu jawabanku. Lalu kujawab “Iya deh Mas.” Lalu kami berdua masuk setelah penjual minuman itu memasukkan barang dagangannya. Setelah berada di dalam ruang tamu, aku bilang begini “Mas, netek dulu ya?” Kepalanya langsung kutuntun untuk masuk ke dalam kaosku. Dengan ganasnya dia kulum kedua putingku bergantian, dan kadang-kadang digigitnya. Sambil mengulum putingku dia meremas-remas payudaraku, dan terkadang dia menarik-narik putingku dengan gigitan giginya. “Aaahh”, lirihku. Kunikmati kuluman-kulumannya. Sesaat kemudian kusuruh dia untuk berhenti sebentar. Kubuka baju dan celana beserta celana dalamku, dan kuambil tali rafia. Kuikat kedua pangkal payudaraku, sehingga payudaraku terjepit dan semakin terdorong ke depan. Hal ini membuat darah tidak dapat mengalir ke payudaraku, sehingga warnanya berubah menjadi agak kebiru-biruan. Lalu kusuruh dia untuk mengulum putingku lagi. Aku tidak dapat merasakan kuluman-kulumannya. Tetapi rasanya lain jika kulihat dia mengulum dengan ganasnya, meskipun aku tidak dapat merasakannya. Sesaat kemudian aku disuruhnya bertumpu pada kedua tangan dan kakiku. Dia membuka celananya dan menyuruhku untuk mengulumnya. Batang kemaluannya berwarna coklat gelap, dan bentuknya lucu, agak tertunduk dan miring ke kanan. Tanpa ragu kukulum batang kemaluannya. Kusedot sambil kugigit-gigit, “Hmmphh”, kupermainkan batang kemaluannya dengan mulutku, sebentar saja spermanya sudah keluar, langsung saja kutelan sampai habis. Tapi aku tak peduli, setelah kukeluarkan sebentar, langsung kumasukkan lagi kemaluannya ke mulutku, dan kusedot lagi, “Mmpph.. aahh..” payudaraku yang sejak tadi bergelantungan, terus menerus diremas oleh penjual minuman itu, kedua putingnya ditarik-tarik seperti sedang memerah susu, hanya bedanya dia sedang memerah susu Mei, bukan susu sapi iya kan?. Ikatan tali rafia tadi dilepasnya, sehingga darah kembali mengalir ke payudaraku, dan aku dapat merasakan kembali remasan-remasannya. Untuk kedua kalinya spermanya keluar ke dalam mulutku. Sebelum kutelan, kutunjukkan kepadanya sperma yang ada di mulutku. Dia menghentikan remasannya sejenak. Melihat spermanya ada di mulutku membuatnya lebih terangsang. Setelah menelan spermanya, aku bertanya, “Mas, tidak pingin ngerasain anusku?” Tanpa ragu dia langsung menyuruhku untuk tengkurap dengan pantat diangkat tinggi. “Sebentar Mas, aku ambil mentega dulu, ya?” Sebelum anusku disodok, aku memintanya untuk melumuri seluruh badanku dengan mentega, dari atas sampai ke bawah, termasuk lubang anusku. Melihat tubuhku yang mengkilat oleh mentega, dia menjadi semakin tidak sabar dan langsung menyodok anusku. Sambil merasakan nikmatnya batang kemaluannya di dalam duburku, aku meremas-remas payudaraku yang menjadi licin oleh mentega. Sekitar 10 menit kemudian, kurasakan spermanyanya keluar di dalam duburku. Dia tampak puas sekali. Kami berdua tergeletak di atas karpet. “Mbak, enak banget rasanya. Lain kali boleh lagi tidak?” “Kenapa harus lain kali? Sekarang aja kenapa?” “Wah, nggak kuat Mbak.” “Ya udah deh, tapi jangan pulang dulu, aku mau minta tolong, mau tidak?” “Minta tolong apa sih?” tanyanya. Aku beranjak dari karpet dan pergi ke halaman samping, dan mengajak anjing herder yang selama ini setia menjagaku. Setelah sampai ke ruang tadi, aku bilang, “Mas, aku mau tanya, payudaraku besar tidak sih?” “Wah, kalo itu sih bukan payudara lagi, tapi udah tuueeteek..” “Iya? Makasih loh Mas atas pujiannya. Tapi aku masih ngerasa kalo payudaraku ini kurang besar. Mas mau tidak tiap hari mijetin payudaraku ini, biar tambah besar lagi, ya?” “Iya deh, tapi Mbak juga harus mau ngemut kontolku tiap hari, biar tambah panjang.” Karena aku memang suka menghisap kemaluan laki-laki, maka syarat yang dia berikan sama sekali tidak membuatku keberatan, sehingga aku menjawab, “Boleh, siapa takut?” “Oh ya, ini anjingku, temen main setiaku.” Mungkin karena tidak tahu maksudku, dia bertanya, “Temen main apa Mbak?” “Main ini..” kataku sambil menidurkan anjingku. Aku melirik ke arahnya, kemudian pelan-pelan kukulum batang kemaluan anjingku itu. Dia tampak tercengang. “Loh Mas, kok diam? Ayo dong pijetin payudaraku”, kataku. Dia mulai meremas-remas payudaraku sambil tetap menunjukan pandangannya ke arahku yang mulai asyik menghisap batang kemaluan anjingku itu. “Mas, tolong ambilkan terong di dapur dong”, pintaku. Dia menuju ke dapur, dan kemudian segera kembali dengan terong yang lumayan besar. Tanpa membuka mulutku, karena masih keenakan menghisap, salah satu tanganku menunjuk ke arah anusku. Dia rupanya mengerti. Karena masih ada sisa-sisa mentega dan peju, maka tak sulit baginya memasukkan terong itu ke dalam anusku, lagi pula aku memang sering melakukannya. Satu tangan penjual minuman itu meremas-remas payudaraku secara bergantian, sedangkan tangan yang satunya lagi memainkan terong itu di dalam anusku. Keluar, masuk, keluar masuk, “Aaahh”, enak rasanya. Aku semakin giat mengulum batang kemaluan anjing tersayangku. Sesaat kemudian anjingku mengeluarkan air maninya di dalam mulutku. “Hmmhh”, kumainkan spermanya di mulutku, seperti orang yang sedang berkumur. Penjual minuman tadi masih melakukan tugasnya dengan giat. Dengan isyarat tanganku, aku memintanya untuk berhenti. Aku berbalik ke arahnya, menunjukkan air mani anjingku yang masih ada di dalam mulutku. Dia bertanya, “Mbak mau telan itu?” Dengan tersenyum kuanggukkan kepalaku, kemudian kutelan habis air mani anjingku itu. Dia hanya terpaku melihat tingkahku itu. “Mas, aku mau tidur dulu ya? Tolong pijetin payudaraku, ya?” kataku. Lalu aku menuju ke sofa dan tidur. Aku mulai tertidur sambil merasakan remasan-remasan tangannya. Saat aku membuka mataku, penjual minuman itu masih memijat-mijat payudaraku. “Udah Mas, terima kasih ya?” kataku sambil beranjak bangun dari sofa. Dia menghentikan kegiatannya. “Mbak, yang Mbak bilang tadi jadi tidak?” “Yang apa?” “Katanya aku disuruh mijetin payudaranya Mbak tiap hari?” “Ooh itu, ya jadi dong, tapi sekarang Mas pulang dulu ya, soalnya sebentar lagi Siti sama Jono pulang, tadi mereka kusuruh jaga toko”, alasanku, kalau tidak begitu dia tidak pulang-pulang. “Ya deh Mbak, besok lagi ya?” aku menganggukkan kepalaku. Kupakai lagi celana dan kaosku. Kuantar dia sampai keluar dari pagar. Aku masuk lagi ke rumah, lalu aku mandi. Payudaraku agak memar, mungkin karena dari tadi diremas-remas oleh penjual minuman itu. Masih dalam keadaan telanjang bulat dan basah, aku keluar mencari anjingku, rupanya anjingku masih ada di ruang tamu. Kuajak anjingku masuk ke dalam kamar mandi. Kunyalakan shower-nya, di bawah pancuran shower itu aku bercinta lagi dengan anjingku. Kutidurkan dia, tanpa pikir panjang kukulum lagi kemaluannya sambil kukocok, kusedot-sedot, dan kadang-kadang agak kugigit-gigit, anjing kesayanganku itu kelihatannya sangat menikmati sedotan-sedotanku. Beberapa saat setelah itu, kurasakan spermanya mulai muncrat di dalam mulutku. Kupercepat kocokan tanganku dan kemaluannya kusedot dengan lebih kuat, sampai akhirnya spermanya keluar semua di dalam mulutku. Aku berdiri sebentar untuk mematikan shower-nya. Aku duduk di lantai kamar mandi, dan memandangi kedua payudara indahku. Sperma anjingku yang masih ada di mulut, kukeluarkan dan kutumpahkan ke atas payudaraku. Kuratakan sperma anjingku ke seluruh payudaraku, sampai payudaraku kelihatan mengkilat dan licin. Kuremas-remas payudaraku, dan kadang-kadang kutarik-tarik putingku. Karena payudaraku besar, aku bisa mengulum putingku sendiri, kujilat-jilat payudaraku, kurasakan nikmatnya sperma seekor anjing yang melumuri sepasang payudara berukuran 40C ini.,,,,,,,,,,,,,,,,, Bersambung ke bagian 02
Ratih adalah seorang ibu muda berusia 28 tahun yang tinggal di sebuah desa kecil di bagian selatan Jawa timur. Ia mengikuti suaminya yang bertugas di sana. Ia sendiri sebenarnya sejak kecil sampai kuliah terbiasa hidup di kota suaminya sebagai aktivis sebuah LSM yang menangani community development mengharuskannya pergi ke pelosok-pelosok. Karena itu, wajarlah jika dalam seminggu Ratih harus ditinggal pergi oleh suaminya minimal selama tiga hari. Itu pun sudah lumayan karena Ratih telah memutuskan mengikuti suaminya untuk tinggal di desa yang masih berada di dalam wilayah kerja suaminya. Dengan demikian, perpisahan antara mereka berdua dapat desa itu, mereka menempati sebuah rumah sederhana yang disewa dari penduduk setempat. Daerah yang mereka huni masih cukup terbelakang dan belum dimasuki oleh listrik. Suasana yang sepi dan tetangga yang letaknya cukup berjauhan sebenarnya cukup membuat Ratih merasa tersiksa namun apa hendak dikata. Sebagai seorang istri, ia merasa wajib mengikuti suaminya ke mana pun ia yang menyenangkan tentu saja adalah ketika mereka berdua saja di rumah mereka yang terpencil itu dan melakukan kegiatan suami istri. Maklumlah, mereka baru 3 tahun menikah. Jadi boleh dikata masih pengantin baru. Belum adanya kehadiran anak-anak membuat kegiatan seksual menjadi hiburan utama mereka saat bersama-sama. Sayangnya kegiatan itu tak dapat mereka lakukan terlampau sering disebabkan kesibukan tugas sang rumah tangga mereka tampaknya akan terus berlanjut, sampai satu ketika datanglah ujian menimpa diri Ratih. Tempat tinggal mereka yang terpencil ternyata sebenarnya merupakan tempat yang cukup angker dan menyimpan misteri-misteri gaib. Kejadian berikut merupakan bukti hal itu, sekitar pukul delapan, Ratih bersiap-siap untuk pergi tidur. Di desa kecil waktu seperti itu sebenarnya sudah terbilang sangat larut. Ia hanya sendirian saja di rumah. Suaminya telah pergi pagi tadi dan baru akan kembali esok sorenya. Penerangan yang ada hanya berasal dari dua buah lampu tempel yang berbahan bakar minyak tanah. Ratih mengenakan gaun tidurnya yang berwarna putih. Senada dengan warna kulitnya yang juga putih bersih. Seperti biasa, ia mengunci seluruh pintu termasuk pintu kamar tidurnya. Setelah membersihkan tubuh dan menyisir rambutnya, ia menyiapkan tempat saja ia berada di pinggir tempat tidur, tiba-tiba dirasakannya seolah udara di dalam kamar berubah menjadi dingin. Ratih terdiam sejenak mengalami perubahan yang mendadak itu. Tak bisa dihindari, bulu tengkuknya serasa seperti berdiri. nalurinya mengatakan ada sesuatu disekitar tubuh gemetar, matanya menyapu seisi kamar. Penerangan yang ada tak terlampau banyak. Karena itu ia memicingkan matanya menatapi pojok-pojok kamar yang gelap. Sampai pada suatu pojok, entah mengapa pandangan Ratih seperti terpukau. Seolah ada sesuatu di sana….Ya, seperti ada sesuatu di sana… Ratih tak yakin apa… tapi jantungnya serasa berdebar-debar. Ia menunggu, akankah terjadi sesuatu?, ada asap putih yang secara perlahan menghampiri dalam kegelapan, tiba-tiba muncullah sesosok hewan besar berkaki empat. Ratih terkejut dan merinding. Dari manakah datangnya makhluk itu? Saat itu ia berada di dalam kamar tidur berukuran 4×4 meter yang tertutup rapat semua pintu dan jendelanya. Ia sangat yakin tak ada lubang yang terbuka untuk masuk ke kamar itu, selain lubang-lubang ventilasi yang ukurannya sangat makhluk itu semakin mendekati ibu muda yang duduk ketakutan di pinggir tempat tidur itu. Makin lama di bawah temaram lampu tempel, makin jelaslah sosok makhluk itu. Ternyata ia berwujud seekor anjing raksasa berwarna hitam legam. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada ukuran seorang laki-laki dewasa normal. Sorot matanya tajam berwarna kemerahan yang mulut makhluk itu nampak dihiasi dengan gigi-gigi tajam dan keluar geraman-geraman halus diiringi air liur yang menetes yang sangat mencekam meliputi diri ibu muda itu. Ternyata ia tidak sendirian di dalam kamar itu. Ada makhluk besar menakutkan yang dapat muncul secara tiba tiba. Ratih yakin makhluk itu bukanlah seekor anjing biasa. Mungkinkah ia jin atau sebangsa makhluk gaib lainnya yang penjaga rumah itu? Sosok anjing hitam yang begitu menakutkan kini tampak menyeringai persis di hadapannya. Anehnya, kemudian seperti ada sesuatu yang membisiki pikiran Ratih…”lepaslah pakaianmu sayang… malam ini aku akan memberikan sejuta kenikmatan yang kau rindukan..telanjanglah kau dihadapanku” bisikan makhluk hitam itu membuat ratih mengikuti perintah ghaib sang makhluk siluman, tangan ibu muda itu perlahan menggapai tali gaun tidurnya dan melepaskannya dari pundaknya. Lalu diloloskannya gaun tidur yang dipakai dari tubuhnya. Semuanya itu seolah dibimbing oleh suatu kekuatan gaib. Ratih melakukan itu secara perlahan-lahan. Sementara itu mata ratih tetap mengawasi anjing hitam raksasa yang ada di hadapannya dengan sorot mata memukau sukmanyaKejadian aneh segera menyusul tindakannya itu. Ternyata seiring dilepasnya gaun tidur dari tubuhnya, Ratih mulai merasakan rasa takutnya dengan perlahan sirna, berganti dengan suatu perasaan nyaman yang aneh dan tak tergambarkan… Sampai ketika ibu muda itu telah dalam kondisi bugil, rasa takutnya pun hilang sama sekali. Hanya saja, ia seolah terpaku duduk di pinggir tempat tidur, tanpa bisa bangkit sama sekali seakan pasrah menanti sentuhan kemesraan yang membuat Ratih memejamkan matanya. Tubuhnya yang bugil serasa merinding, bukan karena ketakutan ataupun kedinginan. melainkan seolah ada gairah birahi yang mengaliri sekujur tubuhnya. Dari ujung kaki sampai ke ubun-ubun. Seperti aliran listrik yang membawa sensasi tersendiri…Getaran itu semakin tinggi ketika anjing siluman itu dengan perlahan mendekatinya, dan dengusan anjing itu semakin membuat Ratih bergairah. Tanpa terasa, sosok hitam legam itu telah begitu dekat sekali dengannya. Anjing siluman itu kini berada di antara kedua paha mulus ibu muda yang seolah mengangkang begitu saja membukakan jalan untuk sang kekasihnya berbuat sesuatu. Tanpa sadar Ratih berkata lirih pada makhluk itu…” Kemarilah sayang berilah aku kenikmatan gairah nafsumu “Kejadian selanjutnya sangat menggelitik nafsu birahinya dan tak pernah dibayangkan sama sekali oleh ibu muda yang cantik itu…. Anjing siluman itu ternyata menjulurkan lidahnya yang panjang kesat dan mulai menjilati selangkangan Ratih yang terbuka… Ratih tersentak dan menjerit bercampur nikmat tubuhnya bergerak erotis mengikuti jilatan lidah anjing itu pada liang vaginanya tanpa bias ia menolaknya, bahkan Ratih seperti merindukan sesuatu yang bisa menuntaskan gairah nafsunya yang begitu sangat menggebu minta disetubuhi. Ratih merasakan kenikmatan yang luar biasa. Gerakan-gerakan lidah panjang kesat makhluk siluman itu begitu liar mengaduk-aduk gua kenikmatannya. Tak lama kemudian selangkangan Ratih telah basah kuyup dengan lendir kewanitaannya. Ratih tak kuasa menahan erangan-erangan yang keluar dari mulutnya..Aaaaah Ooooh ampuuuuun, bagai orang yang kesurupun Ratih menjemput puncak orgasmenya, dengan tubuh bergetar yang melengkung keatas Ratih mengerang nikmat saat jilantan lidah panjang anjing siluman itu mengais ngais dasar puncaknya, Ratih merasakan sekujur tubuhnya lemas seperti tak bertulang. Nikmat yang luar biasa menjalari sekujur tubuhnya. Sambil mengerang panjang badannya bergetar lalu terhempas ke belakang ke tempat tidur yang empuk. Pikiran dan kesadarannya seolah melayang ke awang-awang. Kenikmatan itu telah membuat sekujur tubuh Ratih mengejang dengan jeritan histeris diputaran badai birahi yang penuh beberapa saat, barulah Ratih bisa mengendalikan kembali kesadarannya. Perlahan, dengan tangannya ia mampu mengangkat badannya dari atas kasur, dengan matanya yang sayu akibat didera nikmat yang baru saja ia anjing siluman itu masih saja berdiri di dalam keremangan malam di hadapannya dengan perkasa. Lidahnya yang lebar dan panjang tampak menjulur. Air liurnya tampak menetes dari mulutnya. Tatapan matanya yang tajam berwarna merah menyala yang membuatnya jelas berbeda dari seekor anjing biasa. Siluman itu terus menatap tajam pada Ratih yang baru saja bisa mengendalikan diri sehabis mengalami orgasme yang luar muda itu jadi bingung apa yang harus dilakukannya selanjutnya. Tatapan mata siluman itu seakan menyampaikan suatu makna padanya. Ratih secara samar sepertinya bisa ghaib makhluk itu mulai merasuk kedalam jiwa Ratih dan tanpa ia sadari lalu Ratih mengambil posisi menungging dan bertumpu dengan kedua punggung tangannya di tempat tidur. Ia tak tahu pasti mengapa ia melakukan hal itu. Semuanya dilakukan secara naluriah saja. Ibu muda itu lalu menunggu dengan harap-harap cemas. Sebentar kemudian, barulah ada reaksi dari anjing siluman itu. Dan anjing itu tiba-tiba naik ke atas tempat tidur lalu menaikkan kedua kaki depannya ke pinggul Ratih dan mencengkeramnya. Sementara kedua pinggul mereka pun bersatu…Ratih tak habis pikir bagaimana ia bisa menyerahkan dirinya begitu saja kepada makhluk itu. Akan tetapi memang demikianlah kejadiannya. Secara spontan, terjadilah persetubuhan antara ibu muda yang cantik dan makhluk siluman berwujud anjing hitam itu. Dengan perlahan disertai dengus nafasnya Anjing hitam itu menusukan penisnya ke liang vagina ibu muda itu, Seketika Ratih pun mengerang panjang saat batang kejantanan makhluk siluman itu kian membesar dan panjang dirasakan oleh Ratih…Aaaachhh ampuuuun Ooooh” Tubuh Ratih bergetar hebat dengan kedua mata yang merem melek saat makhluk siluman mulai memacu gerakan penisnya keluar masuk vaginanya. Kenikmatan penis besar panjang yang menggesek dinding vaginanya membuat Ratih menjerit histeris disepinya malam itu…Oooh teruuuus enaaak”. Dan Anjing siluman itu kian bernafsu menyetubuhi ibu muda itu dengan suara menggeram bagai serigala lapar. Erangan nikmat Ratih telah membuat makhluk hitam itu kian liar dan cepat memompa penisnya diliang vagina Ratih. Ratih bagaikan anjing betina yang sedang birahi disetubuhi oleh sang jantan yang gagah perkasa. Ibu muda itu melolong panjang karena didera oleh rasa kenikmatan yang luar biasa. Gesekan penis anjing siluman yang bergerigi itu membuat dinding vaginanya berdenyut denyut tiada merasakan sensasi yang sangat berbeda dibandingkan bila bersetubuh dengan suaminya sendiri yang manusia. Bentuk dan perilaku alat kelamin makhluk itu sendiri sangat berbeda dari milik manusia. Kejantanan makhluk itu terasa semakin membesar dan membengkak sewaktu telah berada di dalam tubuhnya. Belum lagi alat kejatanan makhluk itu terasa begitu panas didalam liang vaginanya. Saat anjing hitam itu mulai memacu berahinya dengan liar, Ratih mengerang nikmat kembali dan pinggulnya mengikuti irama kocokan makhluk perkasa itu. Suara bisikan ghaib dari makhluk itu merasuk ke dalam jiwa Ratih, begitu memukau dan merangsang birahi hingga membuat Ratih kian liar dan bergoyang erotis dengan tubuh bergetar. ” Kekasihku…kau budak nafsu ku…nikmatilah kejantananku” Dan aku akan selalu menyetubuhimu dan lahar panas ku akan membuat dirimu tetap awet muda”. Sambil memacu penisnya anjing siluman itu terus membisikan suara ghaibnya kedalam jiwa dan pikiran Ratih. Ratih semakin terangsang dengan bisikan gaib itu dan goyangan pantatnya semakin cepat mengikuti kocokan penis makhluk siluman itu. Penis anjing itu serasa berkedut kedut dan panas diliang vaginanya, penis yang bergerigi itu menggesek dinding vaginanya hingga membuat Ratih berkelojotan penuh sensasi nikmat yang sangat dahsat. Ada satu lagi kejadian menarik yang baru kali itu dialami Ratih. Setelah anjing siluman itu mengalami orgasme, rupanya ia tak dapat begitu saja terpisah dari tubuh ibu muda itu. Hal itu disebabkan alat kelamin makhluk itu telah tumbuh membesar di dalam tubuh Ratih sehingga tak mudah untuk ditarik begitu saja. Ratih sudah sering melihat bagaimana kalau dua ekor anjing kimpoi. Rupanya kini ia pun dapat mengalaminya sendiri… Luar biasa…dan kenikmatan disetubuhi oleh makhluk siluman itu membuat Ratih berkelojotan dengan tubuh menggeletar, kenikmatan itu serasa membuat sukmanya terbang melayang keawang awing, dan Ratih pun menjerit histeris “Oooooh ampuuuun enaaaak. “Puaskanlah aku kekasih…”. Ratih pun meracau nikmat saat lahar panas anjing siluman itu menyembur dengan deras kedalam rahimnya. Akhirnya tubuh Ratih ambruk di kasur empuk, dan jilatan lidah panjang anjing hitam itu disekujur punggung Ratih, adalah sebagai isyarat belaian mesra dari sang makhluk ganjil untuk mengucapkan terima kasih kepada Ratih. Dan gema bisikan gaib masih terdengar oleh Ratih…”Terima kasih Ratih… tubuhmu sungguh sangat menggairahkan…dan kau telah menikmati puncak birahi yang tiada pernah kau dapati dari suamimu..aku akan datang setiap malam untuk menyetubuhi dirimu “. Dan malam ini kau akan kubawa terbang ke puncak kenikmatan”. Telah lama aku merindukan hangatnya tubuhmu Ratih…liang memek mu sangat nikmat. Dan bisikan gaib itu telah tertanam kedalam sukma Ratih. Masih terasa oleh Ratih, kedutan nikmat penis makhluk siluman itu didasar rahimnya, dan Ratih pun mengerang sekali lagi saat semburan lahar panas makhluk itu tetap membanjiri liang vaginanya. Setelah lima belas menit, ketika kejantanan anjing siluman itu telah cukup menciut, barulah tubuh mereka berdua dapat terpisah. Ratih merasakan kepuasan yang luar biasa dari persetubuhan itu. Bukan hanya sekali, melainkan serangkaian orgasme telah didapatkannya selama melakukan persetubuhan yang tabu itu…sepanjang malam. Keletihan dan kenikmatan yang menjadi satu akhirnya mengantarkan ibu muda itu ke dalam tidur yang lelap…Ketika Ratih bangun keesokan harinya, didapatinya bahwa anjing siluman itu telah raib entah ke mana. Sinar matahari tampak menembus lubang ventilasi. Pintu dan jendela pun masih rapi terkunci dari kejadian semalam hanya mimpi? Rasanya tidak. Ratih menemukan vaginanya basah oleh cairan tubuhnya yang bercampur dengan cairan mani makhluk itu. Demikian pula seprai putih tempat tidurnya basah kuyup dan acak-acakan. Tidak… kejadian malam itu benar-benar nyata…dan aku dapat merasakannya…betapa nikmatnya rasa penis makhluk itu Ratih segera membersihkan tubuhnya dan mencuci seprainya sambil tak habis-habisnya memikirkan kejadian semalam. Ada semacam perasaan takut yang bercampur dengan perasaan rindu minta ingin disetubuhi kembali dan kejadian pada malam itu terulang lagi pada malam-malam berikutnya. Setiap kali suaminya pergi bertugas, anjing siluman itu pun muncul secara gaib ke kamar tidur Ratih untuk menagih janjinya karena Ratih telah ketagihan dan menjadi budak nafsunya makhluk dengan senang hati melayani kekasih barunya itu. Apalagi ia sangat kesepian saat ditinggal pergi sendirian oleh suaminya. Tak terlintas dalam pikirannya rasa jijik karena harus melayani makhluk gaib yang berwujud seekor anjing, dan perintah gaib dari makhluk itu selalu diikuti oleh Ratih, Ratih juga harus patuh saat sang makhluk meminta ibu muda itu untuk menjilati penis yang besar panjang dan bergerigi. Yang nyata terbayang oleh Ratih adalah kenikmatan luar biasa yang tidak didapatnya dari suaminya sendiri. Batang kejantanan makhluk itu sungguh sangat menakjubkan Ratih…tiada rasa bosannya ibu muda itu menjilati penis kekasihnya yang perkasa, kejantanan siluman itu yang selalu membuat Ratih mengerang nikmat saat orgasme. Sekujur tubuh Ratih bergetar dan berkelojotan saat didera rasa nikmat dari semburan lahar panas sang makhluk siluman yang membanjiri liang vaginanya. Dengan penuh nafsu Ratih memeluk erat anjing hitam itu saat ia disetubuhi dalam keadaan terlentang dikasur empuk, kedua bukit susunya Ratih dijilati oleh lidah panjang makhluk siluman kekasihnya, hingga tubuh Ratih melengkung keatas bagai busur ketika orgasmenya bertubi tubi menyentak ke ubun ubunnya. Dan Ratih pun tertidur pulas setelah mendapatkan kenikmatan birahi dari kekasih silumannya. Ratih semakin hari semakin nampak cantik dan awet muda, setelah menelan sperma makhluk gaib itu, dan bentuk tubuhnya makin indah, payudaranya kian mengencang serta buah pantatnya nampak semakin bahenol menggairahkan. Selang beberapa waktu, Ratih pun mulai mengalami terlambat bulan. Melalui pemeriksaan, akhirnya dipastikan bahwa ibu muda itu mengandung anaknya yang pertama. Perutnya pun dari minggu ke minggu semakin membuncit. Suaminya tentu saja senang bukan main, walaupun karena tuntutan tugasnya, tetap saja ia harus sering meninggalkan istrinya sejak saat itu, anjing siluman itu mulai jarang mengunjungi Ratih. Bahkan tak pernah sama sekali ketika usia kandungannya telah menginjak bulan ketujuh. Bagaimanapun, saat itu kemampuan Ratih untuk beraktivitas seksual pun mulai terbatas. Kebutuhannya yang tak terlampau banyak itu sudah bisa dicukupi oleh suaminya sendiri sehingga ketidak hadiran kekasih gaibnya tak terlalu pun semakin berhati-hati dalam menjaga kandungannya. Apalagi pemeriksaan dan kontrol secara medis agak sulit didapatkan di tempat seperti itu. Yang ada cuma dukun sekali, kisah bahagia itu kemudian harus berakhir ketika pada bulan kesembilan kehamilannya, Ratih mengalami suatu kejadian misterius. Janin yang ada di dalam kandungannya seolah raib tanpa bekas. Pagi itu, ketika terbangun dari tidurnya, ibu muda itu merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya. Terkejutlah ia ketika disadarinya bahwa perutnya yang sedang hamil tua itu ternyata telah kempes…Ke manakah hilangnya kandungannya? Peristiwa itu tentu saja menggegerkan masyarakat di sekitarnya. Ratih sampai jatuh sakit selama beberapa hari karena kejadian dari hasil penerawangan seorang paranormal di daerah itu, diperkirakan bahwa janin yang ada di dalam kandungan Ratih sebenarnya telah diambil suatu makhluk dari alam dan suaminya tentu saja terkejut dan sedih mendengarnya. Untunglah suami Ratih sangat pengertian dalam menghadapi musibah yang menimpa isterinya dan tidak mengambil tindakan yang negatif atau pun sembrono. Dengan setia dihiburnya istrinya yang tampak sangat terpukul dengan kejadian itu. Ratih jadi sering melamun dan linglung, ibu muda yang cantik itu selalu teringat pada keperkasaan makhluk siluman yang menyetubuhinya, rasa rindu pada anjing siluman itu telah membuat Ratih menderita batin. Hanya Ratih yang bisa menyimpan rahasia tabunya tanpa diketahui oleh sang suami tercinta. Ratih masih teringat bisikan gaib makhluk itu saat menyebutkan namanya yaitu Durga geni. Dan nama itu selalu disebut sebut Ratih saat menjelang waktu kemudian, untuk melupakan hal itu, Ratih dan suaminya mendatangi paranormal yang ada didesa itu. Ki Renggo adalah dukun yang mempunyai ilmu kebatinan tingkat tinggi dan amat terkenal didaerah itu. Lelaki berusia 65 tahun yang masih nampak kekar dan awet muda dengan postur tubuh tinggi besar yang selalu memakai celana komprang hitam, dukun sakti itu menyambut kedatangan Ratih dan suaminya gubuk reyotnya yang jauh terpencil dari desa tempat Ki Renggo mereka pun menceritakan pada Ki Renggo tentang kehidupannya dari awal mereka menikah yang telah berjalan tiga tahun dan belum dikarunia anak. Segala suka dan duka mereka lewati bersama. Tak lama kemudian…suami Ratih pun menyatakan niatnya pada Ki Renggo agar istrinya diobati oleh dukun itu dari penyakit gangguan makhluk siluman yang selalu membuat Ratih sering melamun. Dan suami Ratih mengharapkan sekali agar Ki Renggo juga dapat membantunya agar mereka segera bisa punya anak. Ki Renggo mengangguk anggukan kepalanya setelah ia mendengar keluhan suami isteri itu. Baiklah isteri bapak akan saya sembuhkan dulu dari penyakit linglungnya, dengan syarat pertama biarkan isteri bapak tiga atau empat hari tinggal di gubuk saya untuk menenangkan pikirannya sambil saya obati ujar Ki Renggo pada suami Ratih. Dan Ratih pun setuju untuk tinggal digubuk dukun tua itu. Adapun syarat yang kedua Ki Renggo memberikan minuman ramuan penangkal pada Ratih dan juga suaminya. Ratih diberi minuman yang berwarna hijau sedangkan suaminya diberi minuman yang berwarna hitam pekat. Setelah meminum ramuan warna hitam itu suami Ratih merasakan tubuhnya serasa ringan seperti tiada beban pikiran, perasaan hatinya penuh riang. Suami Ratih bagai orang yang sangat penurut saat Ki Renggo menyuruhnya pulang, dan dukun itu pun berpesan agar bila ia kembali menjenguk isterinya besok atau lusa untuk tidak lupa membawakan Ki Renggo minyak wangi Istambul. Ratih yang meminum ramuan warna hijau yang diberi Ki Renggo adalah minuman yang mempunyai khasiat untuk membuat Ratih bergairah dalam bercinta. Setelah suami Ratih pulang sore hari itu, lalu Ki Renggo menuntun ibu muda yang cantik itu menuju ke sebuah telaga dibalik rumpun bambu yang tumbuh disekitar rumah dukun itu. Disana Ratih dimandikan dengan air kembang oleh Ki Renggo, tubuh telanjang Ratih sungguh sangat indah menggiurkan, dengan payudaranya yang mengkal menantang, nampak mencuat dengan putingnya yang kian mengeras saat Ki Renggo meremas remasnya. Gairah birahi Ratih kian memuncak karena pengaruh air ramuan yang diminumnya tadi. Ratih kian terbuai oleh cumbuan dan remasan liar Ki Renggo pada tubuhnya yang sexy dan padat. Ki Renggo menahan nafsu birahinya saat memandikan Ratih, dan ia sengaja meredam dulu gelegak birahinya untuk persiapan nanti malam. Ki Renggo berniat akan memberikan kepuasan birahi pada Ratih agar ibu muda itu tetap terkenang pada keperkasaannya diatas ranjang. Setelah usai acara mandi kembang di telaga itu kemudian Ki Renggo membopong tubuh telanjang Ratih menuju rumahnya. Ratih bagaikan anak kecil dalam dukungan Ki Renggo yang berpostur tinggi besar itu. Malam kian larut setelah makan malam Ki Renggo memberikan selembar kain tipis pada Ratih untuk dililitkan pada tubuh telanjangnya, kain itu hanya menutupi dada dan sebatas pangkal pahanya saja, dan tubuh Ratih nampak menggairahkan dalam pandangan Ki Renggo saat tubuh mulusnya hanya dililit dengan secarik kain tipis itu. Ratih nampak bagaikan seorang dewi yang mengundang birahi. Tak lama kemudian Ki Renggo sudah telanjang sambil memeluk Ratih dari arah belakang seraya berbisik…”Ratih apakah kau ingin punya anak ? ” Ya Ki aku ingin mempunyai anak bisik Ratih dengan lirih, gairah nafsu Ratih terus menggelegak setelah diberi minum ramuan sekali lagi oleh Ki Renggo. “Baiklah Kalau begitu malam ini kau akan menerima sesuatu yang tiada pernah kau dapatkan dari suamimu…Ratih bisik Ki Renggo seraya dengan meremas kedua susu Ratih yang mengkal, Ki Renggo lalu menggesek gesekan batang kejantanannya dibelahan pantat ibu muda itu, hingga membuat Ratih terbuai dengan sensasi kenikmatan hangatnya batang kejantanan dukun tua itu. Aaaaghh..Ooooh Ki Renggo setubuhilah aku…. Batang kejantanan Ki Renggo kian menegang dan mengeras dirasakan oleh Ratih. Ratih jadi teringat kembali dengan peristiwa yang telah lalu bahwa batang kejantanan Ki Renggo sama besarnya dengan makhluk siluman itu. Ki Renggo dengan penuh nafsu melumat bibir sensual Ratih lalu Ki Renggo berbisik pada Ratih “malam ini dan seterusnya kau adalah budak nafsuku Ratih… karena kau tidak akan pernah bisa melupakan betapa nikmatnya batang kejantanan makhluk yang pernah meniduri mu. Dan malam ini kau dapat menikmatinya kembali Ratih” tiba tiba Ki Renggo telah berubah wujud menjadi seekor anjing hitam. Dan dengan liar disetubuhi ibu muda itu hingga menjerit histeris bercampur nikmat, dengan tubuh berkelojotan didera rasa sensasi yang luar biasa Ratih akhirnya mengerang bagai anak kambing dalam cengkraman serigala siluman. Ooooh ampuuuun terus terus Durga Geni setubuhilah aaaku sesuka mu “, telah lama kau tidak memberikan kenikmatan padaku…Ki Renggo yang telah berubah menjadi anjing siluman, menyetubuhi Ratih dengan liar dari arah belakang dengan posisi Ratih menungging sambil tangannya bertumpu pada pinggiran ranjang kayu jati. Setelah puas menyetubuhi Ratih dengan wujud silumannya kini Ki Renggo kembali berubah ke wujud aslinya. Malam itu Ratih berkali kali mengalami orgasme saat disetubuhi diatas ranjang antik milik Ki Renggo, mereka bagaikan sepasang suami isteri, dan jeritan nikmat Ratih menghiasi sepinya malam… Oh Ki Renggo…puaskanlah aku dan buatlah aku menjadi hamil”. dan Ki Renggo kian bersemangat menyetubuhi ibu muda itu dengan batang kejantanannya yang besar panjang saat mendengar erangan manja Ratih, dengan posisi menungging tubuh Ratih mengejang seraya tangannya meremas sprei dan bantal karena didera rasa nikmat sampai ke ubun ubun…aaach Ooooh ampuuuuun, batang besar panjang Ki Renggo yang kandas didasar vagina ibu muda itu membuat Ratih bekelojotan dengan biji mata terbeliak keatas, dan Ki Renggo pun mulai meracau “Ooooh Ratih memek mu sempit dan legit eeenaaak teunan nduk. Saat lahar panas Ki Renggo menyembur dengan deras diliang vagina ibu muda itu, dengan gemasnya diremas kuat kedua susu Ratih, dan hentakan batang kejantanan Ki Renggo terhenti sejenak… saat liang vagina Ratih berdenyut denyut mencengkram kuat penis besarnya, dan semburan lahar panas yang membanjiri liang memeknya Ratih membuat ibu muda itu mengerang nikmat kembali Ooooooh ampuuuuun enaaaak Ki. Kontol besar mu enaaaaak Ki….Accchh ampun toloooong. Ratih menjerit histeris dengan tubuh bergetar hebat, dan badai kenikmatan itu menderanya dari ujung kaki sampai keubun ubun, sukmanya serasa terbang keawang awang. Sejak setelah Ratih dan suaminya mendatangi dukun Ki Renggo yang sakti itu, kini Ratih telah sembuh dari penyakit linglungnya, dan hampir setiap minggu Ki Renggo selalu berkunjung datang kerumah Ratih untuk memberikan pengobatan dan juga kenikmatan pada ibu muda itu. Suami Ratih sangat senang bila dikunjungi oleh dukun tua itu ke rumahnya, dan mereka tidak perlu capek capek lagi mendatangi gubuk Ki Renggo yang jauh terpencil dari desa itu. Saat Ki Renggo mengobati isterinya dirumahnya, dukun tua itu selalu menuntun Ratih untuk masuk kedalam kamar mereka, suami Ratih dengan setia menunggu diruang tamu, didalam kamar isterinya sedang diobati kerinduannya oleh Ki Renggo, ibu muda itu mengerang nikmat saat disetubuhi dengan buas oleh dukun yang bernama Ki Renggo hingga berkelojotan. Erangan serta jeritan histeris isterinya terdengar oleh suami Ratih, namun suami Ratih hanya bisa mendengar samar samara saja, dan suami Ratih berpendapat bahwa Dukun itu sedang mengusir makhluk siluman yang sering datang mengganggu isterinya. Erangan dan jeritan isterinya saat Ki Renggo mengobatinya sudah sangat sering ia dengar berulang kali didalam kamar yang tertutup rapat itu. Dan Ki Renggo dengan buasnya menyetubuhi ibu muda itu hingga orgasme berkali kali, dan Ratih bagai penari erotis yang liar saat meliuk liukan pantatnya diatas tubuh kekar Ki Renggo..Ratih bagaikan penunggang yang mahir memacu kuda jantannya menuju puncak nafsu birahi. Aaaah Oooooh yeaaaah Ki Renggo ” kontol mu besar sekaliiiiii Ki…. panjaaaaaang…enaaaaak…ampuuuuuun enaaaaaaaaaaaaaaak. Dan akhirnya tubuh Ratih ambruk menimpa tubuh kekar Ki Renggo, dengan biji mata mendelik keatas dengan tubuh mengejang Ratih akhirnya menjerit histeris didalam kamarnya. Setelah menuntaskan hasrat birahi, keduanya lalu keluar dari kamar itu, dan Ratih pun disambut pelukan mesra sang suami dengan keadaan pakaiannya yang masih awut awutan namun wajah Ratih nampak ceriah setelah diobati oleh dukun tua itu. Dan Ki Renggo dengan penuh wibawa berkata pada suami Ratih bahwa isterinya masih akan terus diobati, dan aku akan datang esok lusa untuk membuat sempurna kesembuhan isterimu, Bagaimana Ratih ?…seraya menoleh pada Ratih Ki Renggo menatap bola mata Ratih. Dan Ratih pun tersenyum penuh arti pada Ki Renggo, Ratih pun berkata lirih… datanglah Ki Renggo kapan saja Aki mau…dan aku siap untuk menyambut gembira atas kedatangan Ki Renggo. Lalu Ki Renggo mengusap wajah Ratih dan sambil berbisik Ki Renggo berkata…”Aku akan datang untuk menyetubuhi mu Ratih…tubuhmu sangat menggairahkan dan liang memekmu sempit dan legit, kau juga sangat suka dengan kontol yang besar panjang ini “. Suami Ratih hanya bisa terpaku diam saat ia melihat Ki Renggo membacakan mantera di ubun ubun kepala isterinya, dan kedua tangan Ki Renggo yang kekar itu merangkul pantat isterinya sambil meremas, dan terdengar suara desahan isterinya yang lirih dan manja…”Ooooh Ki terima kasih atas kunjungannya, dan tubuh Ratih kian merapat kedalam pelukan Ki Renggo dan Ratih memeluk erat dukun tua itu, bagi suami Ratih pemandangan itu dianggap lumrah olehnya, karena ia telah menganggap Ki Renggo seperti orang tuanya sendiri, dan wajar bila Ki Renggo memeluk isterinya yang dianggap seperti memeluk anak atau cucunya. Makhluk siluman anjing hitam itu sudah tiada lagi, karena makhluk itu sebenarnya adalah jelmaan dukun sakti itu sendiri. Karena pada saat kehadiran sepasang suami isteri di desa terpencil itu Ki Renggo sudah mengetahuinya lebih dahulu. Ki Renggo begitu terpikat dengan kecantikan ibu muda itu dengan tubuhnya yang putih mulus dan montok, hingga membuat Dukun tua itu berniat untuk mencicipi kehangatan tubuh Ratih. Maka untuk dapat menyetubuhi ibu muda itu, Ki Renggo telah menggunakan ke saktiannya., ia memanggil guru gaibnya yang bernama Ki Durga Geni, dan sang guru terlebih dulu yang mencicipi kehangatan tubuh Ratih yang hadir dihadapan Ratih dengan wujud seekor anjing hitam siluman. Durga Geni mendatangi Ratih saat ia ditinggal pergi oleh suaminya. Dan dengan liciknya Ki Renggo berjanji pada suami isteri itu, bahwa ia mampu menyembuhkan Ratih dari gangguan makhluk siluman yang menggangu ibu muda itu, yang pada akhirnya Ratih jatuh kedalam pelukan dukun sakti itu dengan perantara gurunya yang anjing siluman. Dan kini Ratih telah menjadi budak nafsunya Ki Renggo, dan yang lebih mengherankan lagi suami Ratih sering melihat dengan nyata, didepan matanya sendiri ia melihat Ki Renggo menyetubuhi isterinya, isterinya begitu menikmati persetubuhannya dengan dukun tua itu….Erangan serta goyangan erotis isterinya begitu penuh sensasi saat batang kejantanan Ki Renggo yang besar panjang menghentak liang vagina isterinya yang cantik. Dan tiada protes sedikit pun dari suami Ratih, bahkan suami Ratih menjadi takjub dan amat terangsang saat melihat isterinya disetubuhi orang lain. Tanpa sadar suami Ratih pun kemudian melakukan onani sambil menyaksikan isterinya yang disetubuhi oleh Ki Renggo, hingga isterinya berkejat kejat dengan biji matanya terbeliak keatas saat mencapai puncak kenikmatan birahinya. Rambut isterinya yang panjang dijadikan pegangan oleh Ki Renggo, saat dukun tua itu menyetubuhi isterinya dengan posisi menunging. Dan malam itu suami Ratih menyaksikan kembali dengan rasa kagum akan keperkasaan Ki Renggo yang begitu memukau. Ratih isterinya mendesah, mengerang… nikmat sambil menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama kocokan penis Ki Renggo yang menghentak deras diliang vaginanya. Batang kejantanan Ki Renggo yang besar panjang itu membuat vagina Ratih begitu indah dalam pandangan suaminya. Saat penis Ki Renggo menusuk kedalam, vagina isterinya ikut pula melesak kedalam dan saat penis besar itu ditarik perlahan oleh Ki Renggo Ratih mengerang bagai sapi yang disembelih…”Aaaaaccch Oooh Ki enaaak terus Ki setubuhilah aku…yang kuat Ki, Oooooh ampun mas Pardi kontol Ki Renggo nikmat mas. Akhirnya Pardi suami Ratih tak tahan menyaksikan persetubuhan isterinya dengan dukun tua itu, ia pelorotkan celana yang dipakainya, dengan penis yang telah mengacung ia sorongkan ke mulut isterinya minta segera di emut, sementara Ki Renggo dengan buas memacu laju penisnya diliang vagina isterinya dari arah belakang. Akhirnya mereka bertiga mencapai puncak badai birahi dengan sempurna dan disaksikan oleh Anjing siluman guru gaib Ki Renggo dari alam kegelapan.
Cerita sex – Aku di rumah sendirian bersama anjing peliharaanku namanya pleki, Hari pertama aku di rumah sendirian perasaanku biasa-biasa saja. Pada hari ke 2, saat aku bangun tidur aku rasanya males banget di rumahbete. Karena di rumah tidak ada seorangpun, setelah selesai mandi aku tidak mengenakan sehelai benang apapun karena aku merasa males untuk pake baju, apalagi di rumah sendirian. Nah, setelah mandi aku memberi makan anjingku, aku memanggilnya “pleki, pleki..” lalu dia datang menghampiriku soalnya dia tahu kalau dia akan aku beri makan, sambil menggonggong dia melihat makanan yang sedang aku buatkan. Pada saat dia jongkok entah kenapa aku melihat batang kemaluannya yang besar berwarna merah menjulur keluar dari sarungnya. Tiba- tiba birahiku naik dan kutaruh makanannya di lantai, lalu aku masuk ke kamarku dan masturbasi sambil membayangkan seandainya aku berhubunganungan seks dengan pleki. Pada saat aku sedang terbaring di ranjang sambil meremas payudaraku, pleki datang dan menggonggong meminta makan lagi, aku lalu mengambil mentega dan kembali berbaring di ranjangku lagi sambil mengoleskannya pada bibir vagina ku yang sudah basah. Lalu aku menyuruhnya menjilatnya, pleki pun datang dan menjilati mentega yang aku oleskan, sehingga aku klimaks. Setelah dia selesai menjilat mentega yang bercampur cairan kewanitaanku, dia ingin keluar dari kamarku, tetapi aku cepat-cepat menutup pintu kamarku sehingga dia tidak bisa keluar. Lalu aku bergaya doggi style dan menarik pleki yang berbadan besar ke punggungku, aku menggesek – gesekan kemaluanku ke kemaluannya. Dia pun mengerti apa yang diinginkan majikannya, lalu dia mencoba menucukan batang kemaluannya ke vaginaku. Karena gagal masuk, lalu aku membantu memasukannya, Setelah masuk ah..ah..ah. Rasa perih karena kemaluanya yang besar bercampur rasa geli membuatku nikmat, lalu setelah beberapa saat aku merasa ada cairan hangat yang menyembur dalam liang vaginaku. Akhirnya aku klimaks dan rasanya benar nikmat, tetapi saat klimaks kemaluan pleki masih tertanam dalam kemaluanku yang basah, karena kemaluannya yang membesar seperti kacang yang besar sehingga tidak dapat keluar. Aku dan pleki bergesek-gesekan pantat. Setelah selesai aku mandi dan membersihkan tubuhku, sedangkan pleki menjilati kemaluannya yang basah karena cairanku. Saat ini aku masih sering melakukan hubungan seks dengan anjingku saat aku sendirian di rumah. Jangan Lupa download video di bawah ini.
cerita dewasa dengan anjing